Akses Internet Pedesaan Melalui RT/RW Net Itu Ilegal? - Leo Setiawan

Thursday, January 31, 2019

Akses Internet Pedesaan Melalui RT/RW Net Itu Ilegal?

Internet Pedesaan

Internet pedesaan itu tidak sama dengan internet yang ada di perkotaan. Bukan hanya dari segi akses, dari segi infrastruktur pun, internet pedesaan masih memiliki banyak masalah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, internet pedesaan mulai mudah diakses dan sudah ada banyak rumah-rumah warga yang tersambung dengan internet.

Internet Pedesaan dan RT/RW Net


Jika berbicara tentang internet pedesaan, maka yang namanya RT/RW Net tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Mengapa?

Karena RT/RW Net sangat membantu warga desa, khususnya warga yang tinggal di daerah pedalaman untuk mengakses internet.

Lihat:


Menara yang menjulang tinggi di antara rumah-rumah warga pada foto di atas bertugas membagikan sinyal internet ke rumah-rumah warga sekitar yang sudah berlangganan RT/RW Net.

RT/RW Net biasanya dilakukan oleh sang pemilik warnet dengan cara menyewa bandwidth dari penyedia internet, seperti Telkom.

Setelah berhasil menyewa bandwidth dari ISP (internet service provider), sang pemilik warnet akan menjual kepada warga sekitar yang ingin mengakses internet dengan harga murah.

Alur Kerja RT/RW Net


Kurang lebih seperti ini alur kerja dari RT/RW Net:

ISP > RT/RW Net > Warga

Harga RT/RW Net berbeda-beda. Ada yang menjualnya Rp90 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Semuanya tergantung dari sang pembeli.

Apakah ada biaya tambahan?

Jika harga Rp90 ribu per bulan yang diambil, maka biaya yang dikeluarkan cukup Rp90 ribu saja. Namun sebelum membayar biaya bulanan tersebut, kamu harus memasang antena penerima terlebih dahulu.

Apa fungsi antena penerima?

Untuk menangkap sinyal internet dari RT/RW Net, sehingga kamu bisa mengakses internet dengan mudah.

Peralatan yang Dibutuhkan


1. TP-Link WA 5210G

TP-Link WA 5210G ini yang akan dijadikan sebagai antena penerima.

2. Tiang

Berfungsi untuk mengikat TP-Link WA 5210G, karena letaknya di luar rumah.

3. Kabel UTP + RJ45

Menyambungkan antena penerima dengan laptop atau komputer.

4. TP-Link WR 740N (opsional)

Disambungkan ke TP-Link WA 5210G yang fungsinya untuk menyebarkan jaringan internet di sekitar ruangan.

Berapa biaya yang dibutuhkan?

Untuk membeli semua peralatan yang sudah disebutkan, biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp1,5 juta.

RT/RW Net Legal atau Ilegal?


Status RT/RW Net adalah ilegal. Pernyataan tersebut saya dapati dari salah satu petugas Telkom pada tahun 2015-an. 

Kalo beli dari Telkom, terus dijual lagi nggak boleh mas.

Kompas pernah mengangkat berita yang berjudul "Gunakan RT/RW Net, 4 Warga Bengkulu Terancam Penjara 6 Tahun."

Jadi sudah sangat jelas jika RT/RW Net itu memang ilegal.

Lantas, bagaimana yang sudah berlangganan?

Lanjutkan saja, karena fakta lapangan membuktikan, ISP terkait 99% mengetahui jika ada pelanggan yang menjalankan bisnis RT/RW Net.

Selagi pelaku RT/RW Net tidak terjerat masalah, kamu sebagai pelanggan seharusnya tidak perlu khawatir.

Jika ditelusuri lebih dalam, yang mendasari munculnya bisnis RT/RW Net adalah peluang bisnis dan rasa ingin lepas dari sulitnya mengakses internet.

Menkominfo sendiri mengatakan, jika Indonesia akan merdeka internet di tahun 2020. Semoga saja merdeka internet ini tidak hanya dari segi akses dan kecepatan, namun juga dalam segi harga.
Comments

Untuk anda yang masih awam ngeblog khususnya di Blogger

mungkin anda tertarik ketika anda melihat blog-blog lain (termasuk blog ini)

menampilkan pesan/peraturan di atas kotak komentar blognya.
EmoticonEmoticon